Sabtu, 19 Maret 2011

Sejarah Singkat Kota Maja

Posted by Ilmu Ku Untuk MU 08.14, under | 1 comment

Kira-kira abad ke XVI masehi, dikenal kuburan disebelah selatan kota Maja sekarang, telah berdiri sebuah pesantren bernama “PESANTREN DAHU PUGUR” yang berbentuk perkampungan kecil, yang terletak di dekat kali Cilongkrang.
Pesantren tersebut dipimpin oleh seorang ulama yang bernama Syekh Absul Jalil yang berasal dari Cirebon bersama dengan seorang temannya yang bernama Bapak Kelindur.
Syekh Abdul Jalil kemudian berganti nama dengan julukan “Dalem Sukahurang” . Pada beliau sedang bersama bapak Kelindurmembangun pesantren Dahu Pugur, beliau sangat perihatin karena banyak rintangan dan gangguan yang tidak diketahui siapa dan dari mana pengganggunya. Maka Dalem Sukahurang bertapa diatas pohon Dahu sehingga bagian atas pohon itu “patah” atau “pugur”. Itulah sebabnya pondok pesantren ini diberi nama “DAHU PUGUR”.
Ditinjau dari segi geografis letak pesantren itu sangat strategis sekali karena di pinggir pesantren mengalir air Cilongkrangyang dikelilingi bukit-bukit yang subur dilereng Gunung Ciremai. Hal ini menjadikan penghuni pesantren menjadi betah karena bisa bercocok tanam sepanjang tahun.
Berkat kealiman Dalem Sukahurang dalam memimpin pesantren serta keuletan beliau, maka dalm waktu yang relatip singkat nama pesantren Dahu Pugur sudah terkenal diluar daerah Maja. Sehingga banyak orang orang dari luar daerah berdatangan untuk menuntut ilmu di pesantren tersebut, terutama dari daerah Talaga yang pada waktu itu Talaga baru masuk islam.
Pada waktu itu Sunan Talagamanggung mendengar bahwa pesantren Dahu Pugur sangat termashur, maka untuk membuktikannya Sunan Talagamanggung memerintah seseorang putranya yang bernama RadenMahmud Ridwan.

Raden Mahmud Ridwaan datang di Pesantren Dahu Pugur, disambut dengan baik oleh Dalem Sukahurang dan para santrinya. Sampai di pesantren Dahu Pugur, Raden Mahmud Ridwan mengadakan rundingan dengan pemimpin pesantren tersebut, untuk membentuk pemerintahan baru yang dipimping oleh Raden Mahmud Ridwan, dan para ponggawanya dari Talagamanggung. Waktu Rden Mahmud Ridwan menjadi pemimpin Dahu Pugur, Aji Sanghiang Rangkah mengadakan seranagan terhadap pesantren Dahu Pugur kemudian pesantren Dahu Pugur mengadakan perlawanan terhadap serangan dari Aji Sanghiang Rangkah tadi dengan senjatanya yang diberi nama Salam Nunggal.
Sekarang pemimpin Dahu Pugur itu Raden Kiswan, Maka pada waktu itu dia dipilih secara aklamasi untuk dijadikan patih Dalem Sukahurang. Kemudian ia diberi gelar Raden Aria Patih Dalem Cucuk. Berkat kemenangan Raden Kiswan di Dewan Penasehat Pemerintah yang baru di Maja. Yang kemudian Dalem Sukahurang membuat susunan  pemerintahan dan menyepakatinya, serta pemerintah yang baru itu duberi nama “MAJA JAYA” sebagai lambang kemenangan Dahu Pugur.
Dalam perkembangan selanjutnya karena bertambahnya jumlah penduduk Deasa Maja, sesuai dengan roda perkembangan zaman dan peraturan pemerintahan pada waktu itu, maka sejak tahun 1981 Desa Maja dipecah menjadi dua Desa yaitu dengan Desa Maja Utara yang dipimpin oleh kepala desa Bapak Djalil ,Maja Selatan yang dipimpin oleh  Kepala Desa Bapak Otong Rukmita. Padapemilihan Kepala desa Maja Utara yang pertama pada tahun 1984, terpilih yang menjadi Kepala Desanya yaitu Bapak ARUJI PRIATNA.

1 komentar:

wah kataji pisan .simkuring urang maja nu teu apal kanu sejarah lembur na..ayna janten uninga...nuhun ah

Poskan Komentar